Smiley

8:30:00 PM
0
Ust. Heru Kusumahadi naik mimbar dan mengingatkan posisi kita yang sudah berada di malam akhir Ramadhan yang sepuluh. Beliau mengingatkan untuk bersyukur, namun juga tidak pelak lagi bahwa kesedihan karena sangat mungkin ibadah kita kurang optimal. Maka, sudah sewajarnya kita berharap agar dipertemukan dengan Ramadhan tahun depan.
Tengadah Doa
Ust. Heru mangajak jamaah untuk mengkaji keindahan dalam perintah shiyam, yang tidak diketahui pahalanya kecuali oleh Allah. Beliau menyitir dari sebuah hadits riwayat Ath Thabrani tentang balasan amal manusia untuk menguatkan kabar tersebut. Selain yang memang sudah sering kita dengar dalam hadits lain tentunya.

Kembali kepada perjalanan ramadhan yang sudah hampir pungkasan, ada amalan yang seringnya kita lupakan. Dalam hal ini, yang dimaksud beliau adalah atas keutamaan amalan tersebut di dalam bulan ramadhan. Seperti yang biasa kita tangkap dari hadits dhaif, الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ, doa juga memilki banyak tempat selama Ramadhan. Tempat atau lebih tepatnya waktu yang mustajabah. Sepanjang seorang hamba sedang shiyam hingga melakukan ifthar.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « ثَلاَثَةٌ لاَ تُرَدُّ دَعْوَتُهُمُ الإِمَامُ الْعَادِلُ وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ »
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga do’a yang tidak tertolak: (1) do’a pemimpin yang adil, (2) do’a orang yang berpuasa sampai ia berbuka, (3) do’a orang yang terzholimi.” (HR. Tirmidzi no. 3595, Ibnu Majah no. 1752. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dalam shahihnya no. 2408 dan dihasankan oleh Ibnu Hajar. lihat www.rumaysho.com
Sungguh luar biasa kesempatan dibuka untuk kita selama shiyam, 30 hari selama Ramadhan. tidak ada bulan yang lebih mulia lagi yang kita rindukan kedatangannya. Ust. Heru juga menambahkan untuk mencontoh sunnah, berdoa ketika sedang berbuka. Sehingga ketika bersantap ta'jil, kita dahulukan dan bersegera. Kemudian setelah tegukan atau suapan yang sedikit itu, kita segera berdoa.
Mulianya doa sebagai bagian dari seorang mukmin juga terkandung syarat dan rukun. Ust. Heru kemudian menyampaikan tentang adab berdoa yang dicontohkan dalam Quran Al Karim. Yang memang kadang unik, indah, dan sangat halus. Seperti doa Nabi Musa AS setelah menolong meminumkan ternak seorang puteri Syekh Madyan yang tua. Sang Kalamullah berdoa dengan meminta kebaikan yang amat dibutuhkan. Doa yang begitu umum, namun diijabah Allah dengan sangat detail. Mendapatkan makan, minum, pekerjaan, tempat tinggal, dan bahkan jodoh. Allah sungguh Maha Mengetahui.
Ada juga contoh yang indah dari Hamba Allah yang telah dilebihkan derajadnya, Nabi Zakariya 'alaihissalam. Yang berdoa dengan menyebutkan semua tanda-tanda ketuaan, kemudian menyempurnakan dengan tidak pernah kecewa dengan ijabah Allah. Sedang kita sering sekali tidak siap dengan cara Allah mengabulkan doa kita. Allahu a'lam.


0 Komentar:

Posting Komentar